Jumat, 06 September 2013

Peraturan Baru: Jenis Kelamin ke-3 di Jerman

Maraknya transgender beberapa tahun belakangan mendapat perhatian banyak pihak. Mungkin, beberapa tahun ke depan isu pergantian kelamin bakal semakin lumrah. Pasalnya, Jerman mulai menerima fenomena tersebut.

Per tanggal 1 November 2013, Jerman akan menjadi negara pertama di Eropa yang memperkenalkan penggunaan gender "tak tentu" atau gender ketiga di dalam akte kelahiran. 
 
marbella4.com
 
Perubahan kebijakan ini akan memungkinkan para orang tua untuk "mengeluarkan diri" dari penentuan jenis kelamin bayi, sehingga pada akhirnya dapat memberikan kebebasan pada para bayi untuk memilih jenis kelamin mereka sendiri di kemudian hari. Berdasarkan aturan hukum yang baru, masing-masing orang juga dapat memilih untuk tetap berada di luar kedua jenis gender pada umumnya.

Berdasarkan surat kabar Süddeutsche Zeitung yang berbasis di Munich, perubahan legislasi ini adalah salah satu bentuk "revolusi hukum". Walau demikian, masih belum jelas bagaimana gender baru ini akan diterapkan dalam dokumen pribadi lainnya, seperti paspor, yang masih mengharuskan orang untuk memilih di antara 2 pilihan gender ("F" untuk perempuan dan "M" untuk laki-laki. Badan publikasi hukum keluarga Jerman FamRZ bertugas memperkenalkan gender ketiga ini sebagai gender "X".
 
ruvr.co.uk
 
Sebelumnya, Australia telah memperbolehkan para penduduknya untuk memberi tanda "X" dalam pengisian gender pada paspor dan dokumen pribadi lainnya sejak tahun 2011, terlepas dari apakah mereka telah menjalani operasi pergantian kelamin ataupun terapi hormon. New Zealand juga telah mengeluarkan aturan yang serupa tahun lalu.


Alasan Ilmiah Manusia Melihat Cahaya Menjelang Ajal

Saat menjelang kematian - bahkan mati suri, banyak orang melaporkan seperti melihat cahaya terang. Pengalaman ini menimbulkan pertanyaan di benak ilmuwan, apa penyebabnya?

Dalam studi terbaru, seperti diberitakan BBC, Selasa (13/8/2013), ilmuwan mengungkapkan bahwa cahaya terang yang dilihat saat mendekati kematian (disebut NDE: Near Death Experience) mungkin saja dipicu oleh lonjakan aktivitas elektrik pada zona otak yang bertanggung jawab untuk penglihatan.
 
livescience.com
 
 
"Banyak orang mengira otak tidak aktif atau ada dalam aktivitas rendah (hipoaktif) setelah seseorang dinyatakan meninggal secara medis. Kami menunjukkan jika bukan hal tersebut yang terjadi," ujar Dr Jimo Borjigin dari University of Michigan yang menjadi penulis utama studi ini.

"Justru, maka otak menjadi lebih aktif saat menjelang kematian daripada ketika seseorang masih hidup," tambah Borjigin  yang memublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.



Metode Penelitian
Borjigin dan rekannya memonitor aktivitas otak sembilan ekor tikus yang sekarat. Tiga puluh detik setelah jantung berhenti berdetak, gelombang otak frekuensi tinggi yang disebut osilasi gamma ternyata melonjak.

Gelombang tersebut adalah salah satu dari fitur saraf yang diduga mendukung dengan kesadaran pada manusia, terutama saat berperan menggabungkan informasi dari bagian otak yang berbeda. Pada tikus, aktivitas otak ini justru lebih tinggi sesaat setelah jantung berhenti daripada saat sadar.
 
 
consciouslifenews.com
 
Menurut Borjigin, hal yang sama mungkin juga terjadi pada manusia. Peningkatan aktivitas otak dan kesadaran bisa memicu penglihatan-penglihatan saat menjelang kematian atau ketika mengalami mati suri.

"Ini dapat memberikan kerangka untuk membantu menjelaskan (pengalaman melihat cahaya saat mendekati kematian). Fakta bahwa seseorang melihat cahaya sebelum meninggal mengindikasikan bahwa korteks visual dalam otak memiliki aktivitas yang tinggi," kata Borjigin.



Perayaan terakhir
Menanggapi hasil riset ini, Jason Braithwaite dari University of Birmingham berpendapat bahwa fenomena ini semacam "perayaan terakhir" yang dilakukan oleh otak. Temuan ini mendemonstrasikan pendapat yang diyakini sejak lama, yakni dalam kondisi tak biasa, aktivitas otak bisa melonjak.

Dr Chris Chambers dari Cardiff University menyatakan, masih sangat sedikit yang diketahui tentang kematian pada manusia. Temuan menarik ini dapat membuka pintu untuk studi lebih jauh pada manusia sendiri.

"Namun kita juga harus sangat berhati-hati sebelum menarik kesimpulan tentang pengalaman mendekati kematian pada manusia. Perlu dilakukan pengukuran aktivitas otak pada tikus selama proses jantungnya berhenti berdetak untuk mengetahui hubungan dengan pengalaman pada manusia," tambahnya.




Kehidupan di Bumi Berasal Dari Mars?

Khayalan masyarakat kuno bahwa manusia berasal dari mars, kini mendapat dukungan ilmuwan. Hipotesa ini terkait dengan riset terbaru tentang Mars yang sebenarnya merupakan planet yang lebih baik bagi mahluk biologis miliaran tahun silam dibandingkan Bumi saat itu.

Setidaknya, demikianlah teori Prof Steven Benner pada Goldschmidt Meeting di Florence, Italia. Kondisi ini dibuktikan dalam pembentukan molekul kehidupan pertama di mana lingkungan yang lebih kering di Mars merupakan faktor penting bagi terciptanya kehidupan.
 
"Kondisi Mars lebih mendukung kehidupan pada miliaran tahun silam," ujar Prof Benner.

Para ilmuwan sejak lama berusaha mengetahui bagaimana atom bisa membuat tiga komponen molekul penting pertama yang dibutuhkan organisme hidup, yaitu RNA, DNA dan protein. Molekul yang membentuk materi genetik jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kimia (karbon) organik "pra-biotik" primordial yang diduga muncul di Bumi lebih dari tiga miliar tahun lalu.

Sedangkan RNA (ribonucleic acid) adalah yang pertama terbentuk. Namun menurut Prof Benner, RNA membutuhkan mineral tertentu yang tidak ada di Bumi tapi banyak terdapat di Mars.

Hal itu bisa mengindikasikan bahwa kehidupan berawal di Planet Merah sebelum pindah ke bumi melalui meteorit. Gagasan tersebut sebelumnya pernah dicetuskan ilmuwan lain, tetapi mereka tidak bisa memberikan bukti. Sedangkan ide Prof Benner telah memberikan aspek baru pada teori bahwa manusia sesungguhnya merupakan makhluk Mars.

 "Mars jauh lebih kering dari Bumi dan lebih teroksidasi. Semakin banyak bukti bahwa kita semua adalah mahluk Mars," sambung guru besar dari Westheimer Institute of Science and Technology di Gainesville, AS itu.

Lingkungan yang lebih kering di Mars merupakan faktor penting bagi terciptanya kehidupan. "Mars jauh lebih kering dari Bumi dan lebih teroksidasi. Semakin banyak bukti bahwa kita semua adalah mahluk Mars; bahwa kehidupan dimulai dari Mars dan datang ke Bumi melalui batu," tegasnya.

"Kita sangat beruntung karena bisa berakhir di sini, jika nenek moyang hipotetis kita tetap tinggal di Mars, mungkin tidak akan pernah ada cerita untuk dikisahkan," pungkasnya.

Bagaimana menurut Anda?

Kugendong Istriku Menerjang Hutan Demi Keselamatannya

Ayyapan dan Sidha tinggal di pedalaman hutan Konni di Distrik Pathanamthitta. Suatu saat, Sidha sang istri sakit demam parah hingga butuh perawatan dan laki-laki berkulit gelap ini  memutuskan harus membawa istrinya daripada meninggalkan Sidha sendirian saat dirinya mencari pertolongan.

Tidak ada rumah sakit yang berada di dekat tempat tinggalnya. Maka, Ayyapan, laki-laki bertubuh kurus ini menggendong istrinya sejauh 40 kilometer di tengah guyuran hujan dan harus melewati hutan serta jalanan terjal untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Belum lagi ancaman diterjang gajah-gajah liar di hutan.
Ilustrasi / news.naij.com
 
Sesampainya di kota, Ayyapan dan Sidha di bawa ke Rumah Sakit Pathanamthitta lalu ke Rumah Sakit Kottayam Medical College. Di sana Sidha baru mendapat pertolongan dokter dan keadaannya sudah parah. Dokter mengatakan bahwa demam tinggi yang di derita Sidha sudah mulai merusak ginjalnya.

Sidha yang tengah hamil 6 bulan itu harus menerima kenyataan pahit bahwa bayi yang dikandungnya telah meninggal dunia. Dengan perih tak terkira, Sidha melahirkan bayi yang sudah tak bernyawa itu. Selain demam tinggi, Sidha juga menderita gizi buruk yang membuat kondisi tubuhnya semakin terpuruk.

Ayyapan tidak menyerah, dia meminta kepada dokter untuk mengobati Sidha. Perlahan, kondisi Sidha mulai pulih dan membaik walau masih lemah dan sedih karena kehilangan janin dalam kandungannya. Ayyapan dan Sidha memiliki kondisi ekonomi yang buruk sehingga untuk melanjutkan pengobatan Sidha, Ayyapan kesulitan biaya.

Sidha masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit namun Ayyapan tidak lagi memiliki biaya untuk pengobatan istrinya. Namun di dunia ini masih banyak manusia yang peduli, sebuah lembaga swadaya masyarakat membantu mendanai biaya perawatan mereka. Kini Sidha mendapat terapi untuk menyembuhkannya dari gizi buruk dan perjuangan Ayyapan untuk menyelamatkan istrinya berhasil.

Avozilla, si Avokad raksasa

Jenis buah avokad paling besar di dunia bisa mencapai panjang 3.5 inchi dan memiliki berat 1.3 kilogram. Karena paling besar di antara keluarganya maka disebut avozilla.

Jika dibandingkan, maka buah ini memiliki dua kali panjang alpukat ukuran normal. Dan  lima kali berat buah alpukat ukuran standar. Saat ini, buah avokad Godzilla ini dijual di pasar daerah Tesco dengan harga 3 poundsterling.
Seorang pembeli yang sudah membeli Avozilla Emma Bonny mengungkapkan, “Avozilla memiliki rasa yang kaya dan juicy. Tekturnya seperti mentega dan rasanya creamy.”

“Avozilla yang sudah matang memiliki warna hijau yang menarik. Memiliki kulit yang tebal. Sehingga kulitnya bisa saya gunakan sebagai mangkuk sup. Selain itu saya yakin bahwa satu buah Avozilla yang di jus bisa mengenyangkan satu keluarga besar,” ujar Emma.

Pohon Avozilla, hanya tumbuh di perkebunan pemasok alpukat terbesar di dunia yang terletak di Afrika Selatan.

Avokad adalah buah yang tergolong favorit di kalangan keluarga. Hal ini tidak mengherankan mengingat berbagai manfaat yang dimiliki oleh buah yang bernama latin Persea Americana ini.